Minggu, 21 November 2010

Sekilas Tentang Tanaman dan Pengolahan Tomat

Buah tomat segar
Tomat (lycopersicon esculatum Mill)

  • Divisi : Spermatopyta
  • Subdivisi : Anglospermae
  • Kelas : Dicotyledoneae
  • Ordo : Tubiflorae
  • Famili : Solanaceae
  • Marga : Lycopersicon
  • Jenis : Lycopersicon esculentum Mill

Syarat tumbuh
  • Drainase dan sinar matahari cukup. 
  • Dengan curah hujan 100 – 220 mm/hujan temperatur 15 – 30 derajat Celsius. 
  • Tanah gembur, subur mengandung humus, pH 5,5 – 6,5.
Pembibitan
  • Dapatkan benih berkwalitas dengan kriteria utuh, bersih dari kotoran, daya tumbuh > 85 %, tidak keriput.
  • Buat bedengan dengan lebar 120 cm dan tinggi 25 cm. Diatas bedengan ditaburi pupuk kompos secara merata. Sehari sebelum sebar benih, dikocor air dulu agar kondisinya lembab. Butuh benih + 130 g untuk setiap hektar. Sebelum disemai benih direndam dulu dengan fungisida seperti Dithane M-45, sebar benih merata lalu tutup dengan tanah halus.
  • Bibit yang telah berdaun 2 – 3 helai (2 minggu) untuk disapih ke dalam plastik polibag yang telah diisi dengan media tanam.
  • Letakkan bibit ditempat yang teduh, disiram setiap pagi dan sore hari selama 3 minggu.
Penanaman
  • Olah tanah dan buat bedengan ketika pembibitan umur 1 minggu. Jika tanahnya masam perlu ditambahkan kapur pertanian seperti kalsit atau dolomit, diberikan bersamaan pengolahan tanah. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur hara kalsium (Ca), magnesium (Mg). 
  • Pupuk kandang 20 Ton/Ha, ditebarkan diatas bedengan selanjutnya di cangkul kecil-kecil agar merata.
  • Setelah 2 minggu diberi pupuk Za 400 – 700 kg, Urea 200 – 300 kg, SP 36 450 – 650 kg, KCl 350 – 450 kg di tebar diatas bedengan kemudian di cangkul kecil-kecil untuk meratakan dengan tanah. 
  • Bedengan disiram secukupnya kemudian segera ditutup dengan mulsa PHP. Lubang tanam dibuat sehari sebelum penanaman dengan jarak 60 x 65 cm atau 60 x 70 cm. Bibit dapat ditanam setelah bibit berumur 4 minggu. Tanaman yang mati dan rusak segera di ganti.

Pemeliharaan 
  • Pemberian ajir sebagai penopang tanaman segera dipasang.
  • Lakukan pemangkasan terhadap tunas-tunas air, sisakan 2 cabang utama untuk produksi.
  • Bersihkan gulma yang ada disekitar pertanaman.
Hama tanaman tomat.

Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hubner)

Ulat ini termasuk golongan ngengat, tubuh berwarna cokelat tua dengan garis-garis cokelat pada kedua sisi dan bagian depan berwarna abu-abu, panjang ngengat 2,2 cm.

Telur diletakkan berkelompok atau tunggal pada daun, pangkal tanaman muda, berbentuk bulat kecil diameter 0,5 mm, warna kuning muda. Larva berwarna cokelat tua sampai kehitam-hitaman panjang 30-35 mm. Larva aktif pada senja dan malam hari, pada siang hari bersembunyi di permukaan tanah disekitas batang tanaman muda, celah-celah tanah. Saat istirahan larva melingkarkan tubuh.

Serangan ulat tanah ditandai dengan terpotongnya tanaman pada pangkal batang sehingga tanaman rebah.

Tanaman muda yang berbatang kecil sering dipotong.

Cara pengendalian

Membunuh satu-persatu. Penggunaan insektisida seperti Furadan 3G di sekitar pangkal batang.

Ulat Buah (
Heliotis armigera)

Ulat buah sering mendatangkan kerusakan cukup berat pada buah tomat.
Ulat buah digolongkan ke dalam :
Ordo : Lepidoptera
Famili : Noctuidae
Genus : Heliotis
Species : 
Armigera


Telur diletakkan di pucuk tanaman dan apabila buah tomat sudah mulai keluar, ditempatkannya di atas benang putik. Warna telur putih, telur menetas dalam 2-5 hari. Ulat kecil mempunyai warna yang menarik dan berubah sesuai dengan pertumbuhannya. Pertama-tama berwarna putih kekuningan dengan kepala berwarna hitam, kemudian hijau pucat, kemerah-merahan, kekuning-kuningan dan hitam kemerah-merahan. Panjang ulat dapat mencapai 3,45 cm. Kepompong dibentuk di dalam tanah, lama masa kepompong 12-14 hari.


Serangan ulat buah mula-mula melubangi buah tomat, kemudian masuk kedalam buah tomat yang sedang tumbuh.


Hama ini menyukai berbagai jenis tanaman, selain tomat dapat juga menyerang cantel, tembakau, kapas, jagung dan kentang.


Cara Pengendalian

  • Apabila ditemukan serangan dapat dilakukan penyemprotan dengan insektisida seperti Azodrin 15 WSC, Nogos 50 EC, Diazinon, Cymbush, Bayrusil. 
  • Perlakuan insektisida dapat dilakukan pada saat ulat belum masuk ke dalam buah tomat.

Faktor pembatas bagi perkembangan ulat buah adalah: hujan lebat dapat menyapu sebagian telur yang berada diatas daun tanaman tomat.

Tanah yang kering dapat menghalangi keluarnya kupu dari kepompong yang berada dalam tanah. Mempunyai sifat kanibalisme yang merupakan faktor utama dalam menekan populasinya.

Ulat grayak (
Spodoptera litura F).

  • Daun bolong-bolong pertanda serangan ulat grayak. 
  • Kalau dibiarkan tanaman bisa gundul atau tinggal tulang daun saja. 
  • Ia juga memakan buah hingga berlubang akibatnya tomat tidak laku dijual.

Cara Pengendalian
  • Mengumpulkan telur dan ulat-ulat langsung membunuhnya. 
  • Jaga kebersihan kebun dari gulma dan sisa tanaman yang menjadi tempat persembunyian hama dan pergiliran tanaman
  • Pasang perangkap ngengat UGRATAS, dengan cara dimasukkan kedalam botol bekas air mineral ½ liter yang diberi lubang kecil sebagai sarana masuknya kupu jantan. 
  • Karena UGRATAS adalah zat perangsang sexual pada serangga jantan dewasa dan sangat efektif untuk dijadikan perangkap. 
  • Jika terpaksa atasi serangan ulat grayak dengan Decis 2,5 EC, Curacron 500 EC, Orthene 75 Sp, Match 50 EC, Hostathion 40 EC, Penyemprotan kimia dengan cara bergantian agar tidak terjadi kekebalan pada hama.
Lalat putih/kutu kebul (
Bemisica tabaci)

  • Hama berwarna putih kekuning-kuningan, bermata merah, dua pasang sayang berwarna putih dengan bentangan 1 mm, panjang tubuh 1 mm, yang betina lebih besar dari jantan.
  • Tubuh tertutup serbuk putih seperti lilin, jika terganggu akan menghamburkan serbuk putih seperti kabut.
  • Hama ini menyerang dan mengisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun menjadi rusak.

Cara Pengendalian
  • Gunakan mulsa plastik atau jerami, hilangkan gulma sebagai inang. Semprot dengan Diazinon, dan Malathion.
Nematoda bisul akar

  • Memiliki bentuk seperti cacing kecil, ukuran betina lebih gemuk. 
  • Nematoda ini meletakkan telur dan membentuk larva didalam akar sehingga menyebabkan sel akar membesar dan menyebabkan bisul akar.
  • Akar tanaman membengkak dan berbintil-bintil mengakibatkan terganggunya fungsi akar dalam menyerap air dan unsur hara. 
  • Pertumbuhan tanaman terhambat serta tanaman menjadi layu.

Cara Pengendalian
  • Tanam varitas yang tahan serangan nematoda, cabut dan bakar yang terserang.
  • Gunakan nematisida seperti Curater, Indofuran, dan Furadan.

Penyakit tanaman tomat

Penyakit layu fusarium
  • Penyakit ini disebabkan oleh cendawan fusarium oxysporium
  • Gejalanya terjadi layu pada daun-daun tua terus menyebar ke daun-daun muda dan menguning. Patogen menyerang pada akar dan berlanjut pada pembuluh xilem yang menyebabkan tranportasi air terganggu.

Cara Pengendalian
  • Gunakan mulsa PHP, hindari terjadinya luka pada akar, tidak menanam pada bekas serangan patogen.
Penyakit bercak daun septoria

  • Disebabkan oleh cendawan Septoria lycopersici Speg.
  • Gejalanya berupa bercak-bercak bulat kecil pada permukaan daun bagian bawah sehingga merusak jaringan daun.

Cara Pengendalian
  • Lakukan rotasi tanaman dengan tanaman lain selain famili Solanaceae. Lakukan penyemprotan dengan fungisida seperti Klorotalonil.
Penyakit busuk daun

  • Disebabkan oleh cendawan Phytopthora infestan (Mont.)
  • Patogen menyerang semua umur, terutama jika kelembaban udara tinggi, menyerang dari tepi daun dan menjalar terlihat bercak-berjak tidak beraturan. Daun menjadi agak basah dan lunak selanjutnya membusuk. Juga menyerang batang dan buah sehingga membusuk.

Cara Pengendalian
  • Kendalikan dengan fungisida seperti Clorotaloni, Acylalamine, Propamocarb, Oxadityl, gunakan varietas yang tahan dan musnahkan tanaman yang terserang.
Penyakit layu bakteri

  • Disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum.
  • Bakteri menyerang jaringan xilem sehingga menyebabkan tanaman mengalami kelayuan pada daun yang diawali dari daun-daun muda, terlihat seperti kekurangan air.

Cara Pengendalian
  • Gunakan varietas unggul yang tahan serangan bakteri.
  • Rotasi tanaman dengan tanaman lain yang beda famili.
  • Pengaturan air yang lebih baik.
 Penyakit bercak bakteri

  • Disebabkan Xantomonas vesicatoria, pada saat musim hujan perkembangannya sangat pesat.
  • Gejala yang timbul berupa bercak-bercak berwarna gelap mengkilap pada daun, batang, dan buah tomat. Pada buah bercak dapat membesar.

Cara Pengendalian
  • Gunakan varietas unggul yang tahan serangan bakteri.
  • Rotasi tanaman dengan tanaman lain yang beda famili.
Penyakit Cekik

  • Disebabkan oleh cendawan Phytium sp. 
  • Patogen menyerang pangkal batang tanaman hingga mati. Kebanyakan menyerang dipesemaian, di kebun menyerang jika keadaan tanah becek.

Cara Pengendalian
  • Lakukan pengolahan tanah dengan baik, musnahkan tanaman terserang, semprot dengan larutan fungisida
 Penyakit busuk buah

  • Disebabkan oleh cendawan Botrytis cinerea.
  • Patogen menyerang pada saat buah dalam wadah yang terlalu lembab dan temperatur tinggi. Buah membusuk, berair dan bau tak sedap.

Cara Pengendalian
  • Pengendaliannya dengan memperbaiki wadah penyimpanan agar tidak lembab yaitu ada tempat keluar masuknya udara.
Penyakit Mosaik
  • Disebabkan oleh virus mosaik (Tomato mosaic virus). Virus ini berbentuk batang.
  • Gejala serangan menunjukkan tanaman lebih kerdil, buah sedikit kecil-kecil, warna daun belang-belang antara hijau tua, hijau muda, hijau dan kekuningan (mosaik).

Cara Pengendalian
  • Jaga kebersian pada semua peralatan kebun, bersihkan gula di dalam areal pertanaman, lakukan pergiriran tanaman.
Cara menghasilkan uang dari buah tomat
  • Mungkin anda salah satu dari sekian banyak orang yang suka memiliki usaha, baik usaha sampingan maupun usaha full time. Ada salah satu bentuk usaha yang mungkin dapat anda jalani untuk menambah isi kantong. Usaha ini memproduksinya tidaklah sulit.
Tapi bagaimana tomat ini dapat menambah penghasilan bagi kita. Baiklah saya beberkan rahasianya.

Tomat maupun produk pertanian lainnya merupakan hasil produksi petani yang dalam pemasarannya tidak dapat di tentukan oleh produsen (petani). Hingga saat ini harga produk pertanian selalu di tentukan atas kepandaian negosiasi pedagang dan konsumen, selalu terjadi tawar menawar. Sangat berbeda dengan produk pabrikan dimana pabrik yang menentukan harga setelah memperhitungkan jumlah biaya dan berapa keuntungan yang dinginkan.


Tomat pada saat panen raya akan terjadi membludaknya produk di pasar, sedangkan konsumen jika tidak karena keperluan tertentu ... cenderung belanja stabil (biasa-biasa saja) sehingga harga tomat akan jatuh. Nah pada saat ini jika anda petani maka anda perlu mengambil langkah agar tidak merugi. Jika anda bukan petani tapi punya naluri bisnis, maka tomat ini dapat menjadi produk yang dapat diusahakan untuk menambah penghasilan.


Torakor kependekan dari tomat rasa korma. Torakor inilah yang saya maksudkan, yaitu jenis pengolahan tomat menjadi produk yang memiliki nilai tambah.


Nah sampai di sini saja pengantarnya, sekarang bagaimana cara membuat torakor itu.

  1. Pilih tomat masak yang berkualitas,
  2. belah dengan pisau dan buang bijinya.
  3. Rendam tomat tanpa biji dalam larutan kapur sirih selama 2 (dua) jam.
  4. Angkat dari rendaman selanjutnya dicuci hingga bersih.
  5. Tomat selanjutnya dimasak dengan dicampur gula pasir selama 2 jam. Perbandingan campuran antara tomat dan gula pasir adalah 10 : 1 ( 10 kg tomat dan 1 kg gula).
  6. Setelah 2 jam pemasakan, berikutnya dijemur di terik matahari hingga layu sekitar 2 hari.
  7. Selanjutnya tomat dibentuk menyerupai kurma dan dijemur lagi hingga berwarna gelap seperti kurma.

Selamat mencoba.


Sumber : 

Artikel Menarik Lainnya : 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar