Kamis, 18 November 2010

Agroindustri Pengolahan Tape Singkong

Singkong / Ubi Kayu
Tapai atau tape adalah hasil fermentasi umbi-umbian atau ketan. Pada umumnya tapai dibuat dari ubi kayu dan ketan hitam. Pada saat fermentasi, kapang merombak pati menjadi gula sehingga memberi rasa manis. Selanjutnya khamir merombak sebagian gula menjadi alkohol, dan bakteri merombak sebagian alkohol menjadi asam. Tapai mempunyaii rasa manis, sedikit asam dan beraroma alkohol.

Tapai ubi kayu dibuat dengan cara sederhana. Umbi terkupas dikukus atau direbus, kemudian ditaburi ragi, selanjutnya diperam selama 2 hari sampai menjadi tapai.

Tape Singkong
Bahan:
  1. Ubi kayu.
  2. Ragi tape.
Alat:
  1. Pisau
  2. Kukusan atau panci.
  3. Bakul bambu.
  4. Daun Pisang.
Cara Pengolahan:
  1. Ubi dikupas, kemudian dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
  2. Potongan ubi kayu dikukus selama 30 menit atau direbus di dalam air mendidih selama 15 menit. Setelah dikukus, ubi tidak perlu ditiriskan. Sebaliknya setelah direbus, ubi mesti ditiriskan.
  3. Sementara itu, ragi dihaluskan sedangkan bakul bambu dicuci bersih kemudian dijemur sampai kering. 
  4. Daun pisang dilap dengan kain bersih dan dilewatkan di atas api agar agak layu.
  5. Setelah itu bagian dalam bakul dilapisi dengan daun pisang tersebut.
  6. Ubi masak yang suam-suam kuku disusun selapis di dalam bakul, kemudian ditaburi ragi tipis-tipis. 
  7. Setelah itu dibuat lagi selapis ubi di atas lapisan sebelumnya, dan kembali ditaburi ragi. Demikian dilakukan sampai bakul hampir penuh.
  8. Ubi dalam bakul ditutup dengan daun pisang tiga lapis.
  9. Bakul diletakkan ditempat bersih yang tidak panas dan bebas semut selama 2 - 3 hari sampai ubi menjadi tapai.
  10. Tape dapat dikemas di dalam kantong plastik, kemudian disimpan pada suhu dingin (0 - 5°C). Pada suhu kamar (15 - 30°C) tape cepat menjadi masam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar