Selasa, 09 November 2010

AGROINDUSTRI : Solusi Pemberdayaan Petani Indonesia (1)

Permasalahan yang dihadapi sektor-sektor usaha di bidang agroindustri di Indonesia pada umumnya adalah (1) rendahnya daya saing produk di pasar internasional, (2) lemahnya standarisasi kualitas produk, dan (3) lemahnya promosi di tingkat internasional.

Paradigma pembangunan agroindustri di Indonesia adalah terwujudnya struktur ekonomi yang seimbang di mana terdapat kemampuan dan kekuatan industri yang maju didukung oleh kekuatan dan kemampuan pertanian yang tangguh, sejalan dengan perkembangan kondisi dan potensi pembangunan Indonesia.

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka pembangunan sektor agroindustri dapat dirinci sebagi berikut:
  1. Pembangunan agroindustri dilakukan dalam rangka merombak struktur ekonomi ke arah struktur yang lebih kokoh dan lebih seimbang antara pertanian dan industri. Hal ini berarti pembangunan subsektor agroindustri mendapatkan prioritas yang tinggi.
  2. Pembangunan agroindustri yang mengolah bahan mentah dan barang setengah jadi menjadi barang jadi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan peningkatan ekspor.
  3. Pembangunan agroindustri di daerah-daerah diarahkan pada pengembangan industri kecil yang bersifat padat karya, yang mampu memperluas kesempatan kerja dan memeratakan kesempatan berusaha. Penyempurnaan, pengaturan, pembinaan dan pengembangan usaha kecil dan koperasi lebih diprioritaskan dan diarahkan bagi usaha golongan ekonomi lemah.
  4. Pembangunan agroindustri , seperti industri yang menghasilkan alat dan sarana produksi pertanian serta industri yang mengolah hasil pertanian, mendapatkan prioritas yang tinggi.
  5. Pembangunan agroindustri harus senantiasa diusahakan untuk mencegah pencemaran dan perusakan lingkungan hidup serta pemborosan penggunaan sumberdaya alam, serta menghindari rangsangan bagi tumbuhnya pola konsumsi mewah.
Sasaran program pembangunan agroindustri Indonesia adalah peningkatan ekspor, iklim investasi yang kondusif dan berkembangnya usaha produksi dan distribusi sebagai upaya pemulihan ekonomi Indonesia.

Pengembangan investasi pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan keseimbangan investasi antar sektor, menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha produktif, serta meningkatkan kegiatan ekonomi, pendapatan masyarakat, dan pendapatan daerah, melalui penciptaan iklim investasi usaha yang mendukung, pengembangan kelembagaan keuangan untuk peningkatan investasi langsung dan portofolio, serta lembaga keuangan yang telah mengakar di masyarakat, mobilisasi dana masyarakat, serta percepatan proses alih teknologi.

Kegiatan investasi oleh masyarakat dapat lebih digalakkan untuk menunjang usaha agroindustri yang potensial. Kesadaran dan gairah masyarakat untuk melakukan investasi perlu dibina, dikembangkan, dan ditingkatkan. Lembaga keuangan dan investasi perlu ditata agar dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kegiatan investasi asing masih diperlukan untuk peningkatan kegiatan ekspor dan kegiatan pembangunan terutama yang memerlukan modal besar dan teknologi tinggi dan yang menghasilkan barang modal, barang substitusi impor, mendorong alih teknologi.

Kedudukan sektor agroindustri dalam pembangunan ekonomi Indonesia sangat nyata, dilihat dari proporsinya terhadap pendapatan regional. Selain kontribusinya melalui PDB, peran sektor agroindustri dalam pembangunan Indonesia dapat dilihat dari perannya yang sangat luas, mencakup beberapa indikator antara lain:
  1. Sektor agroindustri sebagai penyerap tenaga kerja sangat terbesar, meliputi komoditi unggulan sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.
  2. Sektor agroindustri merupakan penghasil makanan pokok penduduk. Peran ini tidak dapat disubstitusi secara sempurna oleh sektor ekonomi lainnya, kecuali apabila impor pangan menjadi pilihan.
  3. Komoditas sektor agroindustri sebagai penentu stabilitas harga. Harga produk-produk sektor agroindustri memiliki bobot yang besar dalam indeks harga konsumen sehingga dinamikanya sangat berpengaruh terhadap inflasi.
  4. Akselerasi pembangunan sektor agroindustri sangat penting untuk mendorong ekspor dan mengurangi impor. Pembangunan agroindustri DALAM ARTI LUAS mencakup pemasaran dan perdagangan komoditas. Dalam sistem rantai agroindustri , pemasaran dan perdagangan komoditas sektor agroindustri sangat penting dalam menentukan nilai tambah produk. Dengan pemasaran baik di dalam maupun ke luar negeri maka harga dan nilai tambah sektor agroindustri yang diterima oleh petani produsen akan semakin tinggi. Sebaliknya dengan adanya impor maka produk dalam negeri akan bersaing dalam merebut pasar domestik. Dengan produk domestik yang berdaya saing tinggi maka ekspor dapat dipacu dan akhirnya menghasilkan devisa bagi pembangunan daerah.
  5. Komoditas agroindustri merupakan bahan industri manufaktur agroindustri. Masih dalam suatu sistem rantai agroindustri , baik yang mengolah komoditas sektor agroindustri maupun yang menghasilkan input sektor agroindustri menduduki tempat yang penting. Kegiatan industri manufaktur agroindustri hanya bisa berjalan apabila memang ada kegiatan produksi yang sinergis. Dengan demikian kehadiran sektor-sektor agroindustri adalah prasyarat bagi adanya sektor industri manufaktur agroindustri yang berlanjut.
  6. Agroindustri Indonesia memiliki keterkaitan sektoral yang tinggi. Keterkaitan antara sektor agroindustri dengan sektor lain dapat dilihat dari aspek keterkaitan produksi, keterkaitan konsumsi, keterkaitan investasi, dan keterkaitan fiskal. Berdasarkan sifat keterkaitan maka dikenal keterkaitan ke belakang (backward linkage) dan keterkaitan ke depan (forward linkage).
Sumber : Prof. Dr.Ir. Soemarno,M.S.

PAGE 1 OF 2 : NEXT PAGE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar