Senin, 27 Desember 2010

JURNAL : Optimasi Pembuatan Bioetanol dari Ubi Jalar Putih (Ipomea batatas) sebagai Sumber Alternatif Bahan Bakar yang Terbarukan

ABSTRAK: Bioetanol merupakan salah satu solusi untuk mengurangi eksploitasi minyak bumi dan masalah global warming. Penambahan bioetanol ke dalam bensin dapat meningkatkan nilai oktan kendaraan bermotor. Pembuatan bioetanol dapat dilakukan terhadap tanaman berpati, dan salah satunya adalah ubi jalar putih. Penggunaan ubi jalar putih dapat menambah ragam bahan dasar pembuatan bioetanol yang ekonomis dan mudah diperoleh.  

Teknik pembuatan bioetanol dilakukan dengan proses HFT (Hidrolisis Fermentasi Terpisah) dimana ubi jalar dihidrolisis secara enzimatik dengan enzim amilase dari Aspergilus niger menjadi glukosa, kemudian dilanjutkan fermentasi menggunakan Saccharomyces cereviseae menjadi bioetanol dengan kondisi optimum masing-masing. Optimasi aktivitas enzim dilakukan dengan mengetahui masa idiofase kedua mikroba, yaitu hari ke-5 masa pertumbuhan Aspergilus niger dan jam ke 18-26 untuk Saccharomyces cereviseae. Hidrolisis dilakukan dengan memvariasi jumlah sel Aspergilus niger (20-60 mL) pada hari ke-5 masa pertumbuhannya dan waktu inkubasi 1-3 jam. Hidrolisis optimum terjadi pada penambahan 50 mL dan waktu inkubasi 2 jam. Fermentasi dilakukan dengan memvariasi waktu inkubasi 2-5 hari dan jumlah sel Saccharomyces cereviseae (2;4;6;dan 8 mL) pada masa pertumbuhan 18-26 jam. Fermentasi optimum diperoleh pada waktu inkubasi 3 hari dan penambahan Saccharomyces cereviseae 4 mL. Rendemen bioetanol yang diperoleh dengan kondisi optimum adalah 136 mL/Kg ubi jalar.

Keyword: bioetanol, teknik HFT, Aspergilus niger, Saccharomyces cerevisiae

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar