Minggu, 26 Desember 2010

JURNAL: Kajian Pengembangan Agroindustri Aneka Tepung di Pedesaan

ABSTRAK: Pengembangan aneka tepung di pedesaan dan pengolahan bahan pangan lokal non beras menjadi produk olahan dapat meningkatkan ketrampilan, menambah pendapatan ekonomi keluarga dan meningkatkan nilai komoditas. Pengkajian dilaksanakan di Laboratorium Pasca Panen BPTP Jawa Timur dan di tiga lokasi yaitu di desa Kenongo, kecamatan Jabung, di desa Sumbermanjing kulon, kecamatan Pagak, dan di desa Telogorejo, kecamatan Pagak, kabupaten Malang, pada bulan Januari sampai dengan Desember 2003 dengan menggunakan tiga kelompok tani masing-masing berjumlah 20 orang petani.

Pengkajian terdiri dari (1) teknologi perbaikan mutu tepung, (2) inovasi dan sosialisasi produk olahan, (3) studi preferensi konsumen, dan (4) membuka peluang pasar bahan baku tepung maupun produk olahannya. Hasil pengkajian perbaikan mutu tepung menghasilkan kualitas yang lebih baik yaitu tepung lebih putih dan halus, kadar air lebih rendah (10%), memiliki daya simpan lebih panjang (> 9 bln), hasil produk olahan lebih halus dan memiliki tampilan menarik. Sosialisasi berupa pelatihan dan pembinaan pembuatan produk olahan dari ketiga kelompok wanita tani sangat antusias dan mendapat respon yang sangat tinggi, hasil evaluasi berupa uji panelis dari warga setempat sejumlah 60 responden berdasarkan nilai skors. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan diantara produk yang diuji, dengan nilai skor rata rata antara 3,2 - 4,1 yang dinyatakan dalam cukup suka dan suka terhadap warna, tekstur, aroma dan rasa produk olahan. Memperkenalkan produk tepung kasava dan produk olahan kepada masyarakat pelaksanaan masih terbatas pada sosialisasi, temu lapang, mengikuti ekspose, pameran-pameran dengan menyebarkan lieflet, folder dan buku resep masakan. Pemasaran produk olahan bahan baku tepung kasava berupa kue-kue kering telah dipasarkan di toko-toko, show room, kios-kios dan di terminal agribisnis SPAAT Lawang-Malang, hanya produk gatot dan tiwul instant sudah dipasarkan sampai di beberapa kota di Jawa Timur (Malang, Surabaya, Tuban dan Lamongan). Hasil produk yang dipasarkan masih diupayakan perbaikan kemasan, label dan permohonan ijin Depkes RI.

Kata kunci: Agroindustri, tepung kasava, produk olahan, peluang pasar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar