Sabtu, 01 Oktober 2011

Google Akui Kekuatan Indonesia

Google mengakui kekuatan Indonesia dalam industri digital. Termasuk kekuatan ekonomi Indonesia sebagai satu dari lima negara yang sedang menjadi sorotan dunia di samping Brazil, India, China, dan Rusia. Indonesia juga mempunyai pertumbuhan potensi online terbesar di Asia Tenggara. Hal ini ditandai dengan jumlah pengguna internet terbesar di kawasan tersebut, mengungguli Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Hal ini disampaikan oleh Michelle Guthrie, Direktur JAPAC, bagian pengembangan strategi bisnis Google, di Konferensi IDBYTE 2011, Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta.

Michelle mengakui penggunaan mobile di Indonesia mengalami peningkatan signifikan seiring dengan pertumbuhan mobile internetnya. Ada 211 juta pelanggan mobile di Indonesia dengan rata-rata penetrasi mobile sebesar 91 persen. Ada 17 persen kaum urban Indonesia menggunakan ponsel pintar. Ponsel pintar ini bertumbuh di kalangan anak muda, orang kaya, dan mereka yang berpendidikan tinggi. Tipikal pengguna ponsel pintar, antara lain berusia 25-34 tahun, berpendidikan, dan pekerja. Sebanyak 64 persen menjadi pengguna pertama perangkat ini dan 45 persen sudah menggunakannya selama12 bulan silam. Aktivitas terbesar dengan ponsel pintar ini adalah berjejaring sosial, lalu menggunakan search engine, dan mengirim email.

Michelle mengatakan 71 persen konsumen Indonesia menggunakan internet selama 35 jam selama seminggu. Penggunaan Google oleh pengguna Indonesia trennya meningkat. Topik baling banyak dicari orang Indonesia di Google adalah otomotif, disusul FMCG dan hiburan. Sementara itu, secara global, ada 77 persen pelanggan global dengan 4,2 juta jumlah pencarian setiap harinya melalui Google.

“Google bertumbuh di Indonesia juga berkat kerjasama dengan penyedia layanan lokal, seperti operator seluler. Kedepannya, saya berharap ekosistem digital akan dipenuhi dengan konten Indonesia,” kata Michelle.

Asal tahu saja, Michele Guthrie bertanggung jawab untuk pengembangan bisnis Google dan aktivitas kemitraan di Asia, termasuk sindikasi PC, mobile, distribusi dan akuisisi konten di Jepang, Korea, India, Australia, Singapura, dan Asia Pasifik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar