Tampilkan postingan dengan label Jarak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jarak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Januari 2011

JURNAL: Pembuatan Sabun Cair Dari Minyak Jarak dan Soda Q sebagai Upaya Meningkatkan Pangsa Pasar Soda Q

ABSTRAK : Di Kabupaten Pati kulit buah kapuk randu kering diproses menjadi produk Soda Q melalui proses pembakaran dan ekstraksi. Produksi soda Q di Pati cenderung menngkati, di sisi lain kebutuhan sabun cair di Indonesia juga meningkat pula. Kadar K2CO3 dalam soda Q cukup tinggi (50,78%) sehingga soda Q potensial sebagai bahan membuat sabun cair.

Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi operasi optimum dan variabel yang berpengaruh dalam saponifikasi soda Q dan minyak jarak serta membuat produk turunan soda Q. Percobaan terdiri dari 2 tahap, percobaan tahap pertama mencari kondisi optimum, variabel tetapnya antara lain volume total = 300 ml; kecepatan pengadukan = 250 rpm; konsentrasi larutan soda Q = 73,12 gr/100 ml; waktu reaksi = 1 jam, dan variabel berubahnya yakni temperatur  = 40, 60, 80 ˚C; rasio minyak biji karet : soda Q = 1:2, 1:3, 1:4. Rancangan percobaan disusun dengan metode central composite dan jumlah run percobaan adalah 10. Sedangkan tahap kedua untuk mencari waktu operasi optimum, variabel suhu dan rasio dibuat tetap dan variabel berubahnya adalah waktu reaks : 30, 60, 90, 120, 150 menit. Respon yang diamati adalah berat sabun yang dihasilkan. Pengolahan data dibantu dengan program STATISTICA 6 diperoleh suhu dan rasio operasi paling optimum adalah 63,90C & 1,96 : 1. Sedangkan waktu operasi paling optimum adalah 60 menit. Kandungan asam lemak bebas, alkali bebas, dan lemak tak tersabunkan dalam produk adalah : 0,11 %; 0,05 %; dan 0,45 %.

Kata kunci: saponifikasi, soda Q, sabun cair
teks lengkap >>

Kamis, 06 Januari 2011

JURNAL: Perancangan Screw Press Machine Biji Jarak Dengan Variasi Helix Angle dan Screw Pitch

ABSTRAK: Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kenaikan harga BBM yang terjadi di Indonesia akibat melonjaknya harga minyak dunia, memicu pemerintah untuk mulai menggali sumber-sumber energi alternatif. Sumber energi baru yang ramah lingkungan salah satunya adalah Biodiesel. 

Sumber bahan baku biodiesel yang sangat berpotensi adalah minyak biji jarak. Namun, pemerintah maupun industri kecil masih kesulitan cara mengeluarkan minyak jarak dari bijinya. Oleh karena itu, perlu dibuat alat pengepress biji jarak yang mampu mengeluarkan minyak secara maksimal (sebanyak-banyaknya). Dalam penelitian dan perancangan ini dibangun sistem pengepresan dengan mengintegrasikan kinerja antara single screw dan double screw. Selain itu juga dilakukan perancangan crusher untuk mengaduk biji jarak yang masih berada dalam hopper. Hal ini dapat berfungsi sebagai pengepresan awal pada screw press.

Untuk mengeluarkan minyak biji jarak secara optimal ditambahkan komponen pemanas yang akan membantu dalam peluluhan minyak. Proses dilakukan sampai tiga kali pengepresan. Dari hasil perancangan didapatkan suatu alat pengepress biji jarak yang efisien serta mudah dalam pengoperasian dengan daya total yang dibutuhkan sebesar 3,237 kW. Kapasitas alat yang diciptakan sebesar 50 kg biji jarak/jam. Dengan pembuatan mesin pengepress ini diharapkan dapat mengeluarkan minyak jarak dari bijinya secara maksimal.

Kata kunci: Single screw, Double screw, Hopper, Biji Jarak, Crusher
teks lengkap >>

JURNAL: Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi biji jarak dan pemanfaatannya sebagai sumber minyak serta sebagai sumber bahan bakar alternatif minyak bumi, serta untuk mengetahui proses pembuatan minyak jarak dan karakteristik fisikokimia minyak jarak.

Dari hasil analisis proksimat pada biji jarak, diperoleh kandungan protein dari biji jarak sebesar 18.88% bk, kandungan lemak 46.25 %bk, kadar air 48.06%bb, kadar abu 2.62 %bk, karbohidrat (by difference) 32.25 %bk dan serat kasar 15.10 %bk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji jarak potensial digunakan sebagai sumber minyak, karena kandungan minyak dari biji jarak sebesar 46%. Bungkil hasil pengepresan minyak juga masih dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau bahan pangan dengan melalui proses tertentu untuk menghilangkan racunnya, karena bungkil ini masih mengandung protein dan serat kasar yang cukup tinggi. Proses pemanasan pendahuluan terhadap biji jarak sebelum pengepresan dapat mempengaruhi rendemen dan mutu minyak jarak yang dihasilkan. Pemanasan dengan cara penggongsengan menghasilkan rendemen minyak yang tertinggi, tetapi mutu minyak yang dihasilkan rendah. Sedangkan pemanasan dengan menggunakan oven suhu 105oC selama 30 menit, menghasilkan mutu minyak yang terbaik, dibanding pemanasan dengan  blansir uap air pada suhu 170o C selama 30 menit atau penggongsengan. 

Rabu, 29 Desember 2010

JURNAL: Diversifikasi Produk Jarak Pagar dan Nilai Ekonominya

ABSTRAK: Pembangunan industri pengolahan jarak pagar sebagai sumber energi baru dan terbarukan hanya dapat berhasil jika petani jarak pagar memperoleh keuntungan dari usaha tani jarak pagarnya. Salah satu cara untuk itu adalah dengan membuat diversifikasi produk jarak pagar.

Diversifikasi produk dilakukan dengan memilah bagian-bagian buah yaitu kulit dan biji, dari biji dipres menjadi CJO dan bungkil. Hasil diversifikasi menunjukkan bahwa produk minyak jarak pagar kasar (CJO) selain dapat dipakai sebagai pengganti minyak tanah dan jika diproses lebih lanjut dapat diperoleh produk biodiesel dan gliserol, bungkil jarak pagar dapat diproses menjadi kompos, biogas, atau briket bungkil sebagai bahan bakar untuk memasak. Selain itu kulit buah jarak pagar dapat pula diproses menjadi kompos. Jika satu hektar tanaman jarak pagar memproduksi 6,5 ton biji kering dan 22,6 ton kulit kapsul, maka akan didapat nilai ekonomi berbagai produk yang dihasilkan antara Rp17,9 juta sampai Rp29,5 juta tergantung dari kombinasi produk yang dihasilkan.

Kata kunci: Jarak pagar, Jatropha curcas, diversifikasi produk, nilai ekonomi
FULL TEXT..